Nama : Lukluiyya
Kelas : 1 / E
NIM : 108011000170
Mata Kuliah : Character Building Guru PAI
Dosen : Ibu Nuraida
Jurusan : Pendidikan Agama Islam ( PAI )
Fakultas : Ilmu Pendidikan Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta
Tgl Posting : 22 Desember 2008
Pengertian Karakter
Dalam buku "Character Building Guru PAI" yang ditulis oleh "Ibu Nuraida dan Ibu Rihlah Nur Aulia" disebutkan bahwa:
Secara etimologis, karakter dapat diartikan sebagai mengukir dan sifat-sifat kebajikan. Secara konseptual, konsep karakter dapat diartikan sebagai usaha terus-menerus seorang individu atau kelompok dengan berbagai cara untuk mengukir, mengembangkan, atau melembgakan sifat-siat kebajikan pada dirinya sendiri atau pada orang lain. Menurut Wynne (1991), kata karakter berasal dari bahasa yunani yang berarti “ to mark “ ( menandai ) dan memfokuskan pada bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), karakter mempunyai pengertian sifat-sifat kejiwaan; tabiat, watak, perangai, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.
Karakter yang Harus dimiliki Oleh Guru PAI :
1. Taqwa Kepada Allah
2. Kematangan Kepribadian
3. Kematangan Emosional
4. Kematangan Intelektual
5. Kematangan Bersosialisasi
6. Kematangan Membina
7. Kematangan Vokasional
Beberapa karakter guru PAI yang telah saya programkan dan saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah diantaranya :
· TAQWA KEPADA ALLAH
Apa sih taqwa itu? Apa yang terbesit dalam benak Anda ketika ditanya tentang taqwa itu apa?
Beberapa Survey mengatakan bahwa : orang yang berkarakter taqwa adalah identik dengan anak yang culun, gak gaul, gak modis, berpakaian ala kadarnya, mainnya hanya sekitar kampus dan masjid, serta tidak tahu istilah nongkrong dsb. Padahal secara Harfiah, taqwa adalah hati-hati, ingat, mawas diri, dan waspada. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) pengertian taqwa adalah :
a.) Terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya
b.) Keinsyafan yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam menjalanka segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya
c.) Kesalehan hidup
Menurut Al-Markum Al-Kulaini dalam kitabnya Al-Kafi menjelaskan taqwa sebagai kakangan seseorang terhadap perbuatan dosa. Nurcholis Madjid menjelaskan bahwa taqwa merupakan serapan dari bahasa arab, yaitu takut pada Tuhan, sikap menjaga diri dari perbuatan jahat, sikap patuh pada kewajiban, dan menjauhkan diri dari larangan.
Setelah Anda mengetahui berbagai macam pengertian tentang taqwa, lalu apa yang dapat Anda simpulkan?
Adapun ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah adalah :
1. Beriman hanya kepada Allah
2. Mendirikan shalat lima waktu tepat waktu
3. Puasa wajib dan sunnah
4. Membayar zakat
5. Melaksanakan haji
6. Bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar
7. Dapat menghafal Al-quran minimal juz amma
8. Bisa menterjemahkan ayat-ayat pendek dalam Al-Quran
9. Mampu memahami kandungan Al-Quran
10. Mengamalkan isi Al-Qyran
11. Tidak berpikir sekuler
12. Berpakaian muslim bagi laki-laki dan berpakaian muslimah bagi perempuan
13. Menjaga persahabatan secara islami
14. Tidak melakukan zina
15. TIdak berjudi
16. Tidak melakukan korupsi
17. Menundukkan kepala dan merendahkan pandangan
18. Tidak melakukan tindakan yang sia-sia
19. Utamakan kebenaran
20. Sabar dan ikhlas
21. Tidak suka berkata kotor, ghibah, dan namimah
22. Diam dan ingat Allah
23. Mengajarkan apa yang dikerjakan
Dari beberapa ciri di atas, manakah yang sudah Anda lakukan? Lalu apa keuntungan danmanfaatnya bagi Anda? Tentulah banyak keuntungan dan manfaatnya.
Dalam Al-Quran, Allah telah berfirman yang artinya :
“ Alif lam miim. KItab Al-Qyran ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang telah mendapatkan petunjuk dari Tuhan-ya dan mereka orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah : 1-5 )
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan taqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi mereka medustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatan-Nya (QS. Al-Araf : 96)
Program ketaqwaan ini saya jalankan selama empat minggu berturut-turut dimulai pada tanggal 5 Desember 2008 – 2 Januari 2009. Selama menjalankan program ini saya merasakan banyak perubahan yang terjadi pada diri saya, diantaranya adalah :
Sekarang apabila saya melakasanakan shalat 5 waktu sudah bisa tepat waktu, meskipun kadang-kadang masih mengulur-ulur waktu shalat, Sudah bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar dan telah berusaha untuk menghafal juz amma serta sudah sedikit mengerti maksud dari ayat-ayat Al-Quran. Perubahan yang paling besar dalam menjalankan program ini adalah saya selalu berusaha untuk menjaga tingkah laku saya dan ingat bahwa Allah selalu memantau kita dimanapun kita berada. Sekarang saya juga sering termenung diam dan ingat kebesaran Allah, apabila saya melakukan suatu perbuatan dosa ingin rasanya saya menangis, padahal dulu sebelum melaksanakan program ini apabila saya melakukan suatu perbuatan dosa saya tidak menyesal dan merasa biasa-biasa saja.
· KEMATANGAN KEPRIBADIAN
Kepribadian merupakan suatu konsep yang telah lama dibicarakan oleh para ahli. Allport (1960) berhasil mengumpulkan beberapa konsep tentang kepribadian dari beberapa bidang dan memformulasikan syatu definisi kepribadian. Menurut Allport, Kepribadian adalah organisasi yang dinamis dalm individu yang mencakup system psikofisis yang menentukan penyesuaian diri yang unik terhadap lingkungannya. Sejalan dengan pendapat Allport, Worchel dan Shebilske (1995) menyatakan bahwa, kepribadian adalah set karakteristik-karakteristik dan pola-pola tingkah laku (termasuk pikiran-pikiran dan emosi) yang unik serta mempengaruhi cara seseorang beradaptasi dengan lingkungannya . Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik-konflik pada masa kanak-kanak. Orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan intensi-intensi ke masa depan, kepada peristiwa kontemporer dan peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali pada peristiwa masa kanak-kanak.
Adapun kriteria kepribadian yang matang yang merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian yang sehat diantaranya :
1. Perluasan Perasaan Diri
Seseorang perlu terlibat dalam berbagai aktifitas. Aktifitas sangat besar nilainya daripada suatu pendapatan yang diperoleh. Diri mejadi tertanam dalam aktifitas-aktifitas yang penuh arti dan aktifitas-aktifitas ini menjadi perluasan perasaan diri.
2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang Lain
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman terhadap orang lain. Ia akan merasakan perkembangan diri semakin baik.
3. Keamanan Emosional
Sifat dari kepribadian yang sehat adalah penerimaan diri, menerima emosi manusia, mampu mengontrol emosi sendiri, dan sabar terhadap kekecewaan.
4. Orang yang Sehat Memandang Dunia Mereka Secara Obyektif
Orang-orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang-orang lain atau situasi-situasi semuanya jahat atau baik menurut prasangka mereka. Mereka menerima realita apa adanya.
5. Ketrampilan-ketrampilan dan Tugas-tugas
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting danmelakukannya dengan dedikasi dan komitmen serta ketrampilan-ketrampilan lainnya.
6. Pemahaman Diri
Mengenal diri berarti memahami kekhasan fisiknya, kepribadian, watak dan tempramennya, mengenal bakat-bakat alamiah yang dimilikinya serta mempunyai gambaran atau konsep yang jelas tentang diri sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya.
7. Filsafat yang Mempersatukan
Orang-orang yang sehat melhat ke depan, didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana-rencana jangka panjang. Tujuan yang dimaksud adalah idi tentang nilai-nilai. Tujuan dan ide-ide sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan.
Adapun firman Allah yang menerangkan tentang kematangan kepribadian adalah :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari pati tanah. Kemudian Kami jadikan (sari pati itu) air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh. Kemudian Kamiciptakan air mani itu menjadi segumpal darah, lalu Kami ciptakan segumpal darah itu menjadi segumpal daging, lalu Kami ciptakan segumpal daging itu menjadi tulang, lalu tulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk lain). Maka Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mukminun :12).
Program kematangan kepribadian saya jalankan selama 3 minggu berturut-turut mulai dari tanggal 12 Desember 2008 – 2 Januari 2009. Perubahan yang terjadi pada diri saya selama menjalankan program ini adalah :
Saya bisa mengenal diri saya lebih dalam, diman yang pada dahulunya saya sering iri pada orang lain, menganggap orang lain selalu lebih unggul daripada saya , dan merasa rendah diri , sehingga dengan adanyan program ini merubah saya menjadi dapat menerima diri sendiri. Ternyata saya juga mempunyai kelebihan. Dan kelebihan setiap orang itu berbeda-beda. Dengan adanya program ini menjadikan saya agak lebih percaya diri.
· KEMATANGAN BERSOSIALISASI
Guru agama harus memiliki kematangan bersosialisasi, agar ia mampu membangun suatu pekerjaan besar karena terhimpunnya kekuatan-kekuatan. Kematangan bersosialisasi ini bertujuan untuk calon pendidik agar memiliki kemampuan bersosialisasi , memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam dunia pendidikan khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Kematangan bersosialisasi sangat terkait dengan perkembangan social seseorang, sedangkan perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berperilaku ynag sesuai dengan tuntutan social. Menjadi orang yang mampu bermasyarakat (socialized) memerlukan 3 proses, yaitu :
1. Belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial
2. Memainkan peran sosial yang dapat diterima
3. Perkembangan sikap sosial
Berikut beberapa karakter yang harus dimiliki oleh guru PAI dalam upaya mencapai kematangan sosialisasi :
1. Memahami Orang Lain
2. Peduli Orang Lain
3. Berbagi dengan Orang Lain
4. Rasa Menolong Orang Lain
5. Toleransi
6. Senang bersosialisasi
7. Tertib aturan
Dalam Al-Quran dijelaskan :
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa dan jangan tolong-menolong kamu dalam berbuat dosa dan permusuhan.”(QS. Al-Maidah : 2)
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”(QS. Al-Hujurat : 13)
Program kematangan bersosialisasi ini saya jalankan selama 2 minggu berturut-turut mulai dari tanggal 19 Desember 2009 – 2 Januari 2009. Selama menjalankan program ini, perubahan yang terjadi pada diri saya adalah :
Mulai dari dulu saya dikenal sebagai orang yang pendiam dan tidak suka bergaul, namun setelah menjalankan program ini saya mulai mencoba untuk senang bersosialisasi. Ternyata banyak sekali manfaat yang saya dapatkan disamping mempunyai banyak teman, juga menambah pengetahuan tentang cara-cara bersosialisasi yang baik yaitu dengan adanya rasa tolong-menolong sehingga sikap kepedulian kita muncul sehingga antara orang yang satu dengan yang lain mau saling berbagi dan memahami.
· KEMATANGAN INTELEKTUAL
Apa sih intelektual itu? Secara harfiah, Intelektual berasal dari bahasa inggris “intellectual” termasuk adjective (kata sifat). Menurut AS.Hornby et.al, intelektual berarti “having or showing good reasoning power, menunjukkan kekuatan penalaran yag baik.” Menurut istilah :
1. Menurut George A.Theodorson dan Archiles G.Theodorson, intelektual adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri kepada pengembangan gagasan orisinil dan terlibt dalam usaha-usaha intelektual kreatif.
2. Menurut Edward Shils, sosiolog barat yang terkenal dengan kajian-kajiannya tantang dui intelektual menyatakan bahwa, intelektual adalah orang yang terpilih dalam masyarakat yang sering menggunakan simbol-simbol bersifat umum dan rujukan abstrak tentang manusia dan masyarakat.
Characteristic Guru agama islam yang memiliki kematangan intelektual adalah :
1. Memiliki kemandirian berpikir
2. Mampu melahirkan gagasan baru
3. Gemar membaca dan menulis
4. Mampu belajar di lingkungan
5. Mampu menghargai gagasan orang lain
6. Dapat menerima kritik
7. Mau belajar terus-menerus
8. Menguasai gramatikal bahasa indonesa dan bahasa asing
9. Menguasai sains dan teknologi
Dalam Al-Quran Allah berfirman :
“Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah : 11)
Program ini berjalan selama seminggu mulai dari tanggal 26 Desember 2008 – 2 Januari 2009. Perubahan yang terjadi selama menjalankan program ini adalah :
Dahulu sebelum menjalankan program ini apabila saya mendapati suatu kesulitan saya langsung putus asa, namun setelah menjalankan program ini saya menjadi sadar bahwa kesulitan itu adalah jalan untuk menjadi sukses sehingga apabila sekarang saya mendapati suatu kesulitan saya berusaha untuk belajar terus-menerus, belajar dari lingkungan, menghargai gagasan orang lain, dan menerima saran dan kritik dari orang lain. Jadi banyak manfaat yang saya peroleh dalam menjalankan program ini.